“…PERTAPAAN Raden WIJAYA Pendiri MAJAPAHIT…”


“…Kolam Segaran Peninggalan Majapahit…” Photo By : Red. NRMnews.com

 

“…Halaman Depan Pendopo Agung…” Photo By : Red. NRMnews.com

“…NRMnews.com - TROWULAN Mojokerto, Di sebuah desa bernama Temon Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Terdapat sebuah tempat yang di yakini sebagai bekas tempat pertapaan Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit pada tahun 1292 Masehi.

Tempat ini pun sekaligus juga di yakini sebagai tempat Sang Mahapatih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Amukti Palapanya, untuk Mempersatukan Nusantara di bawah Panji Gula Kelapa Majapahit, yang kini bernama Sang Saka Dwi Warna Merah Putih NKRI.

Di dekat lokasi yang di anggap memiliki nilai sejarah ini, kemudian oleh Korps Komando Angkatan Darat Kodam VII Brawijaya Jawa Timur, di buatlah sebuah bangunan berbentuk Joglo ciri khas bangunan rumah masyarakat Jawa, dengan sebutan Pendopo Agung.

Kecamatan Trowulan Mojokerto Jawa Timur ini, menurut para ahli sejarah memang dulunya terkenal sebagai bekas Ibu Kota dari Kerajaan Besar Majapahit.

Hal ini dapat di buktikan dengan adanya berbagai temuan benda – benda arkeologi, yang menurut hasil penelitian berasal dari peninggalan Kerajaan Majapahit. Peninggalan – peninggalan tersebut, di antaranya berupa kompleks percandian seperti situs Candi Brahu, Bajang Ratu, candi Tikus, Kolam Segaran dan lain sebagainya, termasuk situs yang di yakini sebagai tempat pertapaan Raden Wijaya ini.

Jika kita memasuki gapura pintu gerbang masuk, maka seusai melewati gapura tersebut, kita dapat menyaksikan sosok patung setengah badan dari Sang Mahapatih Gajah Mada. Patung itu persis terletak di sebelah kiri pintu masuk tersebut.

“…Batu Umpak Pengikat Gajah, di Pertapaan Rd Wijaya…” Photo By : Red NRMnews.com

Sementara tepat tak jauh dari hadapan pintu masuk tersebut nampak sosok patung Raden Wijaya Sang Maharaja Pendiri Kerajaan Majapahit.

Areal kompleks situs yang cukup luas dan terkesan rindang ini, membuat para pengunjung leluasa untuk berkeliling di sekitar lokasi, seperti saat team redaksi NRMnews.com (Nasionalis Rakyat Merdeka), berkunjung langsung ke tempat tersebut.

Situs Pertapaan Raden Wijaya, yang juga sekaligus di yakini sebagai tempat mengucap Sumpah Amukti Palapanya Mahapatih Gajah Mada ini terletak di bagian belakang bangunan baru Pendopo Agung.

Dan di tempat tersebut, kita akan menemukan sebuah tiang batu miring yang dulunya di gunakan sebagai tempat pengikat Gajah tunggangan Raja. Sedangkan sisa reruntuhan dari pendopo kraton asli jaman Majapahit itu kini hanyalah tinggal berupa batu tiang bekas penyangga bangunan ( umpak ) yang berjumlah tinggal 26 saja.

Sementara di bagian luar areal situs keraton, yang tak jauh dari lokasi tepatnya di tepi jalan raya utama desa Temon tersebut, kita akan menemukan sebuah kolam luas yang cendrung lebih mirip sebuah telaga, dengan nama Kolam Segaran.

“…Candi Tikus Trowulan, Salah Satu Situs Peninggalan Majapahit…” Photo By : Red. NRMnews.com

Kolam buatan asli peninggalan jaman Majapahit ini menurut para ahli sejarah, dulunya adalah tempat rekreasi sekaligus tempat menerima tamu – tamu Kerajaan Majapahit, yang berasal dari dalam dan luar negeri / mancanegara.

Kolam Segaran yang luas, dengan tumpukan batu bata merah di sepanjang tepiannya ini, dulunya selain sebagai tempat menerima tamu kerajaan, ternyata juga di fungsikan sebagai tempat latihan bagi para prajurit armada angkatan laut Majapahit.

Berdasarkan keterangan yang di peroleh Red. NRMnews.com (team redaksi Nasionalis Rakyat Merdeka News Online), dari petugas jaga setempat saat berada di lokasi di katakanlah bahwa :

Dulunya Kolam ini pun juga di pergunakan sebagai tempat acara perjamuan bagi para tamu negara kerajaan Majapahit, di mana di setiap akhir acara perjamuan tersebut, Sang Raja Majapahit beserta para petinggi kerajaan, akan membuang segala perkakas, yang tadinya di pergunakan saat acara perjamuan.

Segala perkakas berupa piring, gelas, sendok dan lain sebagainya, yang keseluruhannya terbuat dari Emas itu pun, lalu di buang ke dalam Kolam Segaran tersebut.

Hal ini di lakukan adalah untuk menunjukan kepada para tamu – tamu kerajaan Majapahit, yang berasal dari dalam dan luar negeri bahwa : Betapa Makmur dan Sejahteranya kehidupan pemerintahan dan masyarakat Majapahit saat itu.

 
( Oleh :  Red. NRMnews.com / A.Dody.R )

About these ads

Satu gagasan untuk ““…PERTAPAAN Raden WIJAYA Pendiri MAJAPAHIT…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s