“…Pameran KERIS / PUSAKA dan KEKUASAAN…” Representasi Keris / Pusaka sebagai Simbol Kepemimpinan


This slideshow requires JavaScript.

SLIDESHOW PHOTO LIPUTAN EVENT SENI BUDAYA Oleh :  Team Redaksi NRMnews / Nasionalis Rakyat Merdeka News Online

 

"..Para Penyelenggara Acara.." Ketua Yayasan Harapan Kita Bapak Suharjo, Direktur Operasional TMII Ade F. Meyliala, Seniman H.Hardi, dan Politikus Fadli Zon (ki-ka)

“…NRMnews - JAKARTA, Lingkar Keris Indonesia bekerjasama dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merealisasikan Pameran bertajuk ” KERIS/PUSAKA DAN KEKUASAAN” dengan tujuan untuk lebih memasyarakatkan pengetahuan dan informasi mengenai keris sebagai benda budaya. Sejumlah koleksi keris Museum Pusaka TMII akan dipamerkan termasuk Koleksi 100 bilah KERIS SUMATRA milik Fadli Zon, dan 15 bilah JANGKER Karya H.Hardi.

Pameran berlangsung mulai tanggal 23 Oktober – 4 Desember 2011. Sebagaimana telah kita ketahui, Keris telah menjadi identitas Indonesia di mata Internasional, dimana keris telah diakui pula oleh UNESCO pada tahun 2005 sebagai karya agung warisan kemanusiaan di dunia.

Keris merupakan manifestasi dari jiwa manusia Indonesia yang mewakili zaman dan peristiwa – peristiwanya. Sehingga lahirnya keris sebagai perwujudan budaya dalam benda kongkrit tak dapat dipisahkan dari ruang dan waktu tertentu, dan seringkali sebilah keris memiliki nilai sejarah/kisah yang terwariskan secara turun-temurun.  Identitas sendiri bukanlah sesuatu yang stabil, tetapi terus bergerak dinamis dengan produksi, reproduksi, bahkan rekonstruksi sesuai pengalaman individu atau kelompok. Karenanya Keris sebagai benda budaya, harus berkembang dinamis mengikuti pergerakan zaman, perlu melakukan pembaruan seiring gerak manusia sebagai pelaku budaya.

"..H.Hardi mengeluarkan Jangker dari Warangkanya.." saat akan menyerahkan Jangker sebagai Koleksi Museum Pusaka TMII

Setidaknya demikianlah yang mengilhami H. Hardi, seorang pelukis senior kenamaan, untuk menciptakan JANGKER, sebuah perpaduan bentuk antara KUJANG dan KERIS hasil olah rasa dan karsa yang menerobos kemapanan bentuk dam pamor keris yang bertahan selama berabad-abad. H. Hardi menyebutnya sebagai Pusaka Ksatria Nusantara Abad 21.

” Ini sumbangsih saya untuk manusia dan kebudayaan, sekaligus suatu simbol rekonsiliasi (perdamaian) sejarah antara trah Majapahit dan Trah Pajajaran dari peristiwa Bubat ” ungkap H. Hardi.

Keris telah menjadi pusaka perangkat penguasa selama berabad-abad. Raja-Raja Jawa, Madura, Sumatera, Sulawesi, Bali dan Lombok mempunyai Keris. Wali Songo yang menyebarkan islam di Nusantara juga memiliki Keris. Fadli Zon dalam sambutannya sebagai Ketua Lingkar Keris Indonesia menyatakan ” budaya adiluhung keris tidak hanya menjadi suatu kebudayaan yang mistis tetapi juga menjadi simbol-simbol budaya populer”. Lebih lanjut ia menyampaikan ” Keris menjadi identitas kultural Indonesia yang sangat penting, termasuk ketika berbicara tentang keris dan kekuasaan dengan Mas Hardi, Keris ini selalu hadir di hampir setiap peristiwa perjuangan kita, seperti tergambar dalam lukisan PANGERAN DIPONEGORO, TUANKU IMAM BONJOL,JENDRAL SOEDIRMAN dan BUNG KARNO “

"..Tim Redaksi NRM bersama H.Hardi, pencipta Jangker.."

Demikianlah kiranya yang tersirat dalam hubungan antara Keris dan Kekuasaan. Pameran ini juga untuk mengingat kembali bahwa sipat kandel rakyat itu runcing bagaikan keris . Dimana dalam keris terkandung SIPAT KANDEL, JIWA PEMBERANI. Suatu karakteristik yang memberi kepercayaan diri dan semangat kepada pemiliknya untuk lebih yakin dengan langkah yang diambilnya.

Mata keris yang tajam di kedua sisinya diartikan agar pemiliknya berlaku adil dalam mengambil keputusan, hulu keris yang menunduk berarti sang pemilik harus berhati-hati dalam berperilaku, rendah hati, dan cermat.

Luk keris diartikan perlunya hidup bersiasat. Dalam simbol-simbol tersebut, Keselarasan dan Keharmonisan tergambar dalam sebilah keris. Pakar Keris Indonesia, yang mengangkat nilai-nilai keris sehingga mendapat pengakuan UNESCO PBB, Bapak Haryono Haryoguritno, turut hadir dalam pameran ini. Pada redaksi NRMnews beliau menyatakan kebanggaannya karena ide-idenya berkembang salah satunya melalui pameran keris kali ini, dan beliau percaya dunia keris akan berkembang dengan pesat seperti grafik eksponensial.

"..Pakar Keris Bapak Haryono Haryoguritno.." sedang memegang sebilah Keris Bugis

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Keris Sumatra oleh Lingkar Keris Indonesia diwakili Fadli Zon, Keris Jangker oleh H. Hardi, dan Keris dari Pecinta Pemula Keris Indonesia oleh Andre Wijaya untuk menjadi bagian koleksi Museum Pusaka TMII. Peresmian Acara ditandai dengan pemecahan kendi oleh Ketua Yayasan Harapan Kita sebagai pengelola TMII, Bapak Suharjo. Pembukaan Pameran ini sekaligus menandai dibukanya PEKAN WIRA BUDAYA TMII.

Diharapkan dengan semakin seringnya keris sebagai benda budaya dipromosikan dan diproduksi dalam bentuk yang baru akan menarik minat dan semakin mendapatkan tempat pula di hati semua kalangan terutama kaum pemuda serta membangkitkan jiwa kewiraan dalam sanubari masyarakat Indonesia. Dalam pameran yang berlangsung satu bulan lebih ini, para peminat pusaka dapat meluangkan waktunya menyaksikan pusaka-pusaka nusantara serta menghadiri diskusi keris, atau turut menjamas(memandikan) kerisnya, tepatnya pada malam satu suro di Museum Pusaka TMII.

( Oleh :  Red NRMnews / Dwi Pravita )

About these ads

3 gagasan untuk ““…Pameran KERIS / PUSAKA dan KEKUASAAN…” Representasi Keris / Pusaka sebagai Simbol Kepemimpinan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s