“…NRMnews.com - JAKARTA, Indonesia sudah masuk dalam kondisi Darurat Narkoba. Hal ini diungkapkan Kepala BNN Komisaris Jendral Anang Iskandar dalam Peluncuran Laporan Penanggulangan Penggunaan Narkoba,.
Acara tersebut diselenggarakan oleh salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu UNODC, pada 20 Februari 2013, di Menara Thamrin Jakarta.
Kondisi masalah Narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini para pengguna Narkoba di Indonesia mengalami peningkatan sekitar 2,2 persen atau sekitar 3,8 juta orang.
Dan dikhawatirkan pada tahun 2013 ini akan mencapai 4,8 juta orang. Yang terdiri dari 1,8 juta pengguna Sabu-Sabu dan sisanya adalah pengguna Ekstasy, ungkap Anang Iskandar lebih lanjut. Sejak tahun 2011 terjadi peningkatan 11.700 kasus penyalahgunaan Narkoba. Barang bukti yang disita jenis Sabu meningkat 208 persen. Yang disita oleh Bea Cukai sekitar 453 Kg.
Pasokan Sabu terbesar di Indonesia adalah yang berasal dari Cina dan Philipina, sedangkan kota di Indonesia yang menjadi penampung terbesar adalah Batam dan Jakarta, yang kemudian diedarkan ke semua wilayah-wilayah di seluruh Indonesia. Namun saat ini Indonesia bukan hanya menjadi negara peredaran Narkoba jenis ini, namun sudah berubah menjadi negara penghasil ATS.
Sindikat Narkoba ATS yang dibuat di Indonesia dibuat melalui industri rumahan dan pabrik. ATS adalah Narkoba Sintetis yang dibuat dari bahan-bahan kimia, dimana pembuatannya pun sangat mudah.
Terkait kasus penangkapan, yang baru-baru ini terjadi atas diri seorang figur selebrity Rafi Ahmad, kami menemukan Narkoba jenis yang baru.
Melalui penangkapan atas diri Rafi Ahmad ini, maka diharapkan timbul efek yang baik bagi banyak orang, untuk senantiasa berusaha turut mencegah semakin meluasnya penggunaan Narkoba ini.
Turut menjadi pembicara dalam acara tersebut : Leik Boowaat (Deputy Regional Representative and Country Representative for Lao PDR, UNODC) dan Tun Nay Soe (Programme Coordinator, Global SMART Programe East Asia, UNODC).
( Oleh : Red NRMnews.com / Santi Widianti )



