“…Songsong Hari Anti Narkoba Internasional, BNN Kampanye Masyarakat Sehat Tanpa Narkoba…”


"...Ilustrasi Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba .."

“…Ilustrasi Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba ..”

“…NRMnews.com – JAKARTA, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar kampanye dengan tema sentral “Global Action For Healthy Communities Without Drugs” atau Aksi Global untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Tanpa Narkoba.

Kampanye ini guna mewujudkan keprihatinan dunia terhadap para korban penyalahgunaan narkoba yang terus berjatuhan, serta solidaritas bersama masyarakat dunia untuk terus-menerus mengupayakan pemulihan para korban penyalahgunaan narkoba,

Deputi Pencegahan BNN, Yappi Manafe, menyebutkan kampanye itu merupakan rangkaian peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), yang jatuh pada 26 Juni 2013.

“Kami mendorong lembaga-lembaga pemerintahan dan masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan kampanye anti penyalahgunaan narkoba guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, serta meningkatkan daya tangkal masyarakat untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” kata Yappi Manafe selaku Ketua Umum HANI 2013 dalam suratnya ke sejumlah instansi pemerintah, beberapa waktu lalu.

Yappi Manafe mengingatkan, permasalahan narkoba berdampak negative pada kehidupan sosial, ekonomi, dan ketahanan nasional bangsa. Di bidang sosial, permasalahan narkoba berdampak pada timbulnya kejahatan ikutan (related crimes), pelanggaran hukum, dan turut mempercepat berkembangnya HIV/AIDS dan Hepatitis.

Sementara di bidang ekonomi,permasalahan narkoba dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. “Hasil survei BNN pada tahun 2011 menunjukkan total kerugian biaya ekonomi dan sosial diperkirakan sekitar Rp 48,2 triliun,” ungkap Yappi Manafe.

Karena itu, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 Deputi Pencegahan BNN itu mengajak seluruh komponen masyarakat, bangsa dan negara untuk bersama-sama berupaya mewujudkan “Indonesia Negeri Bebas Narkoba” sebagaimana telah dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 26 Juni 2011 lalu.

Dalam kesempatan itu, Yappi Manafe mengemukakan, sesuai hasil penelitian BNN bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes UI) pada tahun 2011, angka pravalensi (penyalahgunaan narkoba) nasional adalah 2,2 persen atau 3,8 juta orang dari keseluruhan jumlah penduduk, dibawah angka proyeksi 2,32 persen (4 juta orang).

Angka tersebut, menurut Yappi, menunjukkan terjadinya penurunan, dan mengindikasikan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tanah air memperoleh hasil yang signifikan.

Namun ia mengingatkan, pada tahun 2015 mendatang angka pravalensi itu bisa meningkat menjadi 2,8 persen (5,1 juta orang) jika seluruh komponen bangsa tidak melakukan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan yang komprehensif. Karena itu, Yappi kembali mengajak semua pihak untuk bersama-sama berupaya mewujudkan “Indonesia Negeri Bebas Narkoba”.

( Oleh : Red NRMnews.com / Dwi Pravita – Editor : A. Dody R. )

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s