Beranda

“…Rahasia ABDI DALEM Keraton YOGYAKARTA, Hidup TENTRAM Dengan GAJI Rp 15.000 SEBULAN…”


"...Para Abdi Dalem Keraton Yogyakartahadiningrat, saat Memainkan Alat Musik Gamelan Khas Jawa..." Photo By : Red. NRMnews.com

“…Para Abdi Dalem Keraton Yogyakartahadiningrat, saat Memainkan Alat Musik Gamelan Khas Jawa…” Photo By : Red. NRMnews.com

“…NRMnews.com – Yogyakarta, Yogyakarta memang pantas menyandang gelar Daerah Istimewa karena kentalnya kebudayaan serta keramahan masyarakatnya, juga terpeliharanya sistem pemerintahan keraton.

Salah satu daya tarik keraton adalah keberadaan abdi dalem. Tugas dari masing-masing abdi  berbeda-beda, tergantung pos mana dia ditempatkan. Ternyata, menjadi abdi dalem tidaklah mudah, perlu proses yang panjang untuk benar-benar ‘madhep-marep-mantep’, tulus dan yakin guna mengabdi kepada Sultan.

Salah satunya Mas Bekel Enom Yudo Hartono, yang bertugas menjadi penjaga dalam komplek museum lukisan di dalam Keraton Yogyakarta. Dalam sebulan, Yudo bekerja hanya 3 kali, bergantian dengan 10 kelompok lainnya.

“…Sepi ing pamrih, rame ing gawe, Saat menjadi abdi dalem, bukan mengharap imbalan tetapi fokus kepada apa yang kita kerjakan karena kecintaan dan ketulusan kita…”, Jelas Yudo mengenai pepatah Jawa yang menjadi acuan dalam menekuni pekerjaannya sebagai abdi dalem.

Sejak diberi gelar Mas Bekel Enom (MBK) oleh Sultan, mbah Yudo hanya digaji sebesar Rp 15.000 per bulan. “…Saya sudah madhep-marep-mantep untuk mengabdi, jadi sudah bukan berapa gaji yang saya pikirkan. Tetapi adalah wujud kecintaan terhadap Sultan dan Keraton…”, ungkapnya.

Menentramkan hati, memberi kenyamanan dan ikhlas tanpa mengharap pamrih adalah pola hidup semeleh menurut Yudo. Pola hidup tersebut baru dirasakannya ketika menjadi abdi dalem.

“…Pernah uang gaji saya ini mau ditukar Rp 100.000 oleh pengunjung, katanya mau punya duit berkah raja, saya menganggap uang tersebut sebagai “uang babon”. Jadi jika uang tersebut kita jaga, akan ada saja rezeki yang datang kepada kita entah dari mana datangnya,…”, terangnya.

Kisah MBK Yudhoyono hanya salah satu dari kisah para abdi dalem yang setia melayani Sultan dan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.  Penasaran dengan tahapan yang harus dijalani untuk menjadi seorang abdi dalem…?

Berikut beberapa tahapan urut-urutan sebagai abdi dalem Keraton Yogyakarta :

1. Sowan Bekti
Dalam tahapan ini adalah proses yang paling dasar untuk menjadi seorang abdi dalem dimana kita dilatih untuk benar-bener siap dan ikhlas untuk menjadi abdi dalem.

2. Magang

Merupakan tahapan lanjutan setelah melewati proses sowan bekti selama kurang lebih empat tahun yang kemudian akan mendapat SK (Surat Keputusan) sebagai tanda telah diterima sebagai abdi dalem.

3. Sawek Jajar

Memasuki tahapan yang ketiga adalah tahapan lebih dalam lagi. Setelah melewati dua proses di atas, abdi dalem melalui upacara akan mendapatkan nama baru secara resmi  dari Sultan. Dalam tahapan ini para abdi dalem sudah mulai mendapat ‘kekucah’ (gaji) sebesar Rp 5.000 dalam sebulan.

4. Bekel Enom

Dalam urutan yang satu ini para abdi dalem sudah mulai mendapat kepercayaan dan diberikan hak untuk mendapat senjata yaitu Keris.

5. Bekel Sepuh

Merupakan tahapan lanjutan setelah kita dianggap layak dalam tahapan bekel anom. Dalam tahapan bekel sepuh menerima ‘kucah’ sebesar Rp 15.000 dalam satu bulan.

6. Lurah

Pada tahapan ini abdi dalem yang tidak memiliki hubungan darah dengan keraton akan mendapatkan nama gelar dengan sebutan Mas Bekel, Mas Rono, dan Mas Lurah.

7. Wedono
Banyak tokoh-tokoh yang diberi pangkat wedono seperti Nyi Lindur yang ditugaskan sebagai sinden pegirid utamanya Nyi Mas Riya Larasati.

8. Penewu
Adalah abdi dalem yang diberikan tugas khusus, misalkan seperti Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi.

Dalam tahapan yang berikutnya adalah tahapan dengan derajat yang lebih tinggi dalam urutan abdi dalem, yakni : Riyo Bupati Anom, Riyo Bupati Sepuh, Bupati Kliwon, Bupati Nayoko, dan yang paling tinggi adalah Kanjeng Pangeran Haryo (KPH).

( Oleh : Red. NRMnews.com / Dwi Pravita – Editor : A.Dody.R )

1 reply »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s