Beranda

“…Maraknya Isu SARA, Museum Nasional Adakan Pameran Religi Teruntuk Sang Maha Indah…”


"...Jadikan Museum Menyenangkan Untuk Dikunjungi..." Photo By : Red NRMnews.com

“…Jadikan Museum Menyenangkan Untuk Dikunjungi…” Photo By : Red NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Sebagai negara berkembang, masyarakat di Indonesia sangat rentan pada gesekan SARA (Suku, Agama, Ras, Antar Golongan), salah satu contoh baru-baru ini, kasus kerusuhan di Kabupaten Tolikara, Papua, 17 Juli 2015 lalu. Hal tersebut sebenarnya tidak akan ada muncul, ketika masyarakat mengetahui bahwa sejak zaman pra sejarah, Indonesia memiliki segudang aneka ragam budaya dan kepercayaan.

Mengatasi hal diatas, Museum nasional pada tahun ini genap berusia 237 tahun melakukan terobosan dengan sifat edukasi melalui pameran khusus dengan judul “Teruntuk Sang Maha Indah” yang berlangsung di Museum Nasional Gajah, Jakarta mulai 18 Agustus – 7 September 2015.

“…Mengamati perkembangan 10 tahun terakhir di tanah air ini, bahwa masyakat Indonesia sudah mulai kehilangan rasa kesatuan dan persatuan dalam masyarakat, persoalan timbul pada SARA, padahal masyarakat lupa dengan perjalanan sejarah kebudayaan di nusantara berbagai agama atau religi telah tumbuh dan berkembang tanpa persoalan…”, ujar Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Prof.Kacung Marijan, Ph.D, pada hari Selasa (18/08/2015).

Melihat kasus SARA yang rentan tersebut, Museum nasional pada tahun anggaran 2015, menggangkat religi dan kesenian nusantara sebagai tema pameran khusus dengan judul ” Teruntuk Sang Maha Indah “, sebagai acuan, agar masyarakat Indonesia dapat melihat langsung bagaimana masyarakat jaman dahulu saling hormat menghormati dan sangat tinggi dalam toleransi beragama.

Selain pameran yang juga untuk cinta museum ini, memamerkan, 117 koleksi yang terdiri dari arca batu, patung kayu, nekara, Al Qur’an, Alkitab, jimat, lukisan, alat msuik, kain, keris, tabot dll.

Koleksi yang dipamerkan tidak hanya merupakan koleksi museum nasional, melainkan dari museum lain diantaranya museum Katedral Jakarta, museum bayt Alquran dan museum Benteng Heritage Tangerang, serta museum TMII anjungan Kalimantan Timur.

“…Nah, untuk mencintai museum inilah, masyarakat bisa beredukasi dengan datang ke museum nasional dengan harga tiket cukup murah yakni Rp 1.000 untuk anak-anak dan Rp 5.000 untuk dewasa, sekaligus menyaksikan pertunjukan seni, workshop aksara dan menari bersama sanggar tari Gita Sarasvati…”, tutup Kacung Marijan.

(Oleh : Red NRMnews.com / Dwi Pravita – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s