Beranda

“…POPULASI Gajah Hutan  Afrika Perlu Seabad Untuk Pulih…”


"...Ilustrasi Gajah Hutan..."  Photo By : Red NRMnews.com

“…Ilustrasi Gajah Hutan…” Photo By : Red NRMnews.com

“… NRMnews.com – AFRIKA TENGAH, Gajah hutan Afrika yang langka dan berperan penting menyeimbangkan ekosistem hutan hujan tropis Afrika Tengah memerlukan waktu sekitar seabad untuk pulih dari serangan pemburu gading, demikian hasil suatu kajian, Rabu (31/8). 

Hal itu terjadi lantaran tingkat kelahiran gajah cukup rendah. Penelitian tersebut dilakukan oleh Masyarakat Konservasi Satwa Liar (WCS). Kajian mengenai demografi hewan itu baru pertama dilakukan mengingat sulitnya melacak gajah di hutan.

Namun, medan sulit hutan hujan tropis tak membuat pemburu gentar. Pasalnya mereka telah mengurangi populasi gajah hingga 65 persen dari 2012 sampai 2013.  Turunnya populasi itu disebabkan tingginya permintaan gading dari China dan negara Asia lain yang perekonomiannya cukup baik.

“Dalam periode itu, populasi gajah menurun dari 100 ribu mungkin kini tinggal 70 ribu ekor,” kata Peter Wrege dari Cornell University, salah satu peneliti.  Banyak hal dipertaruhkan dalam hal populasi hewan. Biolog menyebut gajah hutan adalah “spesies penting” karena memiliki peran krusial menjaga keseimbangan ekosistem hutan Afrika Tengah, ungkap hasil penelitian yang disiarkan Jurnal Ekologi Terapan.

Tumbuhan bergantung pada gajah untuk proses penyebaran benih via kotorannya, karena hewan besar umumnya mengonsumsi makanan yang banyak. Ukuran tubuh yang besar dan pola makan gajah di vegetasi tebal itu turut membuat jalur bagi mahluk lebih kecil. “Gajah hutan menghadapi tingkat perburuan yang tinggi di Afrika, setidaknya 10 sampai 18 persen populasi gajah tewas per tahunnya,” ungkap penelitian tersebut.

Gajah hutan merupakan satu dari dua spesies gajah di Afrika. Jenis lainnya, gajah sabana berukuran lebih besar dan berjumlah agak banyak.  Sementara itu, gajah hutan cukup sulit dilacak keberadaannya. Gajah betina mulai melahirkan pada umur 23 tahun, lebih lama satu dasawarsa dari gajah sabana.

Gajah hutan betina juga hanya melahirkan anak tiap lima atau enam tahun, sementara gajah sabana memiliki rentang waktu tiga sampai empat tahun. Sejumlah wilayah perburuan dilakukan di Republik Afrika Tengah dan Republik Demokratis Kongo, dua negara miskin yang memiliki sistem pemerintahan buruk dan ditimpa konflik.

(Oleh :Red NRMnews.com /Dwi Pravita – Editor :A. Dody R.) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s