Beranda

“…Kandidat Pro-Kemerdekaan Duduki Parlemen Hongkong…”


"...Ilustrasi Aksi Demonstrasi Menentang Kebijakan Rezim Komunis Tiongkok di Hongkong..."

“…Ilustrasi Aksi Demonstrasi Menentang Kebijakan Rezim Komunis Tiongkok di Hongkong…”

“…NRMnews.com – HONGKONG, Sejumlah kandidat pro-kemerdekaan memenangi kursi parlemen dalam pemilihan umum di Hong Kong pada Minggu (4/9), sebuah hasil yang diperkirakan semakin memperburuk hubungan kota tersebut dengan penguasa Partai Komunis China di Beijing.

Perhitungan awal pada Senin juga menunjukkan bahwa kelompok pro-demokrasi di Hong Kong akan berhasil mempertahankan sepertiga dari 70 kursi Dewan Legislatif, cukup untuk mendapatkan hak veto terhadap sejumlah peraturan penting dan anggaran publik.

Hak veto tersebut berperan mengimbangi pengaruh dari China. Pemilu pada Ahad merupakan yang pertama sejak gelombang demonstrasi besar bertajuk ” Revolusi Payung “ pada 2014 lalu.

Sejak saat itu, banyak kalangan muda yang mulai berani memprotes semakin besarnya intervensi Beijing untuk menghentikan protes dan kebebasan sipil. Akibatnya adalah radikalisasi pandangan politik dan sejumlah demonstrasi yang berakhir dengan kekerasan.

Sejak 1997, Hong Kong adalah sebuah kota yang tergabung dalam “satu negara China, dua sistem.” Dalam sistem yang disepakati antara Inggris dan China, pusat finansial Asia itu akan mempunyai undang-undang terpisah selama 50 tahun dengan kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan Beijing.

Beberapa tokoh demokrat veteran gagal mendapatkan kembali kursinya di parlemen. Para pemilih cenderung mendukung kalangan muda yang menyuarakan ide kemerdekaan dan berpendirian konfrontatif terhadap China. “Ini adalah era baru,” kata Lee Cheuk-yan, tokoh pro-demokrasi yang kehilangan kursinya setelah dua dekade.

Dari kubu pro-Beijing, anggota parlemen Elizabeth Quat berharap agar persoalan kemerdekaan dari China tidak akan masuk dalam agenda legislasi karena akan merusak kepentingan ekonomi jangka panjang Hong Kong.

Angka partisipasi dalam pemilu pada Ahad merupakan yang tertinggi sejak Hong Kong kembali ke China. Komisi Pemilihan Umum menyebutkan 58 persen dari 3,8 juta pemilih terdaftar telah menggunakan haknya, atau naik dari 53 persen pada 2012.

(Oleh : Red NRMnews.com / Dwi Pravita -Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s