Beranda

“…Ini Sistem Denda Dan Penjaminan Kesehatan Baru dari BPJS…”


"...Kartu BPJS Kesehatan..." Photo By : Red. NRMnews.com

“…Kartu BPJS Kesehatan…” Photo By : Red. NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) atau pemberi kerja yang menunggak pembayaran iuran lebih dari 1 bulan atau lewat dari tanggal 10, akan dihentikan sementara penjaminan kesehatan yang diberikan BPJS Kesehatan.

Penjaminan akan aktif kembali setelah peserta atau pemberi kerja melunasi semua tunggakan dan membayar iuran pada bulan berjalan.

Peserta pun bisa mendapat pelayanan kesehatan yang dijamin BPJS Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan rawat jalan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Namun jika peserta tersebut dalam kurun waktu sebelum 45 hari setelah kepesertaannya aktif kembali ternyata memerlukan pelayanan rawat inap, maka dikenakan denda 2,5 persen dari total biaya pelayanan kesehatan dikali jumlah bulan tertunggak.

Demikian ditegaskan Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Bayu Wahyudi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (14/09/2016). Menurutnya, hal itu sesuai Peraturan Presiden (Perpres) 19/2016 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres 12/2013 tentang Jaminan Kesehatan, Juncto Peraturan Presiden 28/2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Perpres 12/2013 tentang Jaminan Kesehatan.

Dendanya ada batas maksimal. Kalau misalkan lebih dari 2 tahun tidak bayar iuran, dihitungnya hanya 12 bulan. Kemudian 12 bulan tadi dikali 2,5 persen biaya pelayanan. Sedangkan besaran denda pelayanan paling tinggi Rp 30 juta. Umpamanya operasi jantung, itu kan ratusan juta biayanya. Itu peserta yang menunggak bisa dikenakan denda pelayanan maksimal Rp 30 juta.”

Menurut Bayu, aturan denda pelayanan sebagaimana amanat Perpres No.19 Tahun 2016 itu ditujukan untuk meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya rutin membayar iuran. Sebab, dalam perjalanan program JKN-KIS selama ini ada peserta yang sudah menggunakan manfaat tapi tidak mau menanggung beban iuran.

Kemudian, adanya rentang waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali ditujukan untuk mendorong peserta agar rutin bayar iuran. Kondisinya saat ini ada peserta JKN-KIS yang hanya menunaikan kewajiban bayar iuran ketika butuh pelayanan kesehatan. Setelah mendapat pelayanan kesehatan dan sembuh, peserta yang bersangkutan biasanya tidak melanjutkan bayar iuran.

(Oleh : Red NRMnews.com / Pringga W. – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s