Beranda

“…TAFISA World Games 2016, Angkat Eksistensi Olahraga Tradisional…”


“… Dewan Kehormatan FORMI dan Ketua PBLSI, Prof. Dr. Nurdin Purnomo…”

“…NRMnews.com – JAKARTA, Persiapan The Association for International Sport for All (TAFISA) Games 2016 di Jakarta terus dilakukan menjelang pelaksanaannya 2 minggu mendatang.

Tafisa World Games 2016 akan digelar pada 6-12 Oktober 2016, dan sebagian besar kegiatan dipusatkan di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.

Mengusung maskot berlambang Tarsius, tujuan utama diadakannya Tafisa adalah mengangkat olahraga tradisional yang terancam punah seperti Tarsius yang merupakan hewan langka endemik Indonesia.

Ketua Umum Persatuan Liong & Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) Prof DR Nurdin Purnomo yang intens terlibat dalam penyelenggaraan Tafisa World Games menyatakan persiapan penyelenggaraan event  olahraga dunia tersebut sudah mencapai 80 persen.

“…Persiapan sudah 80 persen, dengan peserta berkisar 600 orang. Selain 37 negara yang sudah konfirmasi keikutsertaannya, dari Indonesia sendiri ada 7 provinsi yang berpartisipasi…”, ujar Prof. Nurdin, Rabu (21/9/2016) di Jakarta. Ketujuh provinsi yang dimaksud antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Bangka Belitung, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.

Lima jenis olahraga akan dipertandingkan pada Tafisa World Games 2016, mulai dari olahraga tradisional, petualangan, tantangan, kesehatan, dan kebugaran. Beberapa contoh dari olahraga di atas di antaranya adalah BMX, wall climbing, skateboard, parkour, dan lain sebagainya.

Prof. Nurdin yang juga Dewan Kehormatan FORMI (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) berharap Indonesia dapat meningkatkan prestasi dengan menonjolkan nuansa keberagaman Indonesia. “…Misalnya motif sisik Barong diubah jadi batik, pemusiknya pakai baju daerah nusantara, dan kombinasi musik barongsai dengan musik tradisional…”, paparnya.

Targetnya, peringkat Indonesia naik jadi 3 besar dari sebelumnya di peringkat 5 dunia. “…Kita tunjukkan yg terbaik, Indonesia masuk 3 besar dunia, saingannya antara lain China, Taiwan, Hong Kong, Macau dan Singapura…”, pungkasnya. Ia juga berharap pemerintah lebih memberikan perhatian pada olahraga rekreasi Indonesia.

“…Sport for all paling kompeten mewakili kegiatan masyarakat. Pemerintah harus melihat lebih luas, terlebih lagi Indonesia punya potensi besar dalam olahraga tradisional. Kalau mau masyarakat sehat, lebih baik kita bikin GOR daripada bangun rumah sakit…”, tegasnya.

Wakil Deputi VI Komite Pelaksana Tafisa Games 2016, Ribka Widjaja menyatakan ajang Tafisa sering disebut sebagai olimpiadenya untuk olahraga rekreasi.  “…Olahraga rekreasi bisa menjadi mediasi dan alat yang cukup efektif dalam menjadikan masayarakat sehat dan bugar. Di Tafisa, tidak ada istilah juara umum, memang ada kompetisi, tetapi targetnya adalah juara bersama…”, jelas Ribka.

Penyelanggaraan Tafisa World Sport for All Games 2016 akan menjadi tolok ukur apakah Indonesia siap menjadi penyelenggara ajang olahraga internasional  setingkat regional, Asia dan dunia.

(Oleh : Red NRMnews.com / Dwi Pravita – Editor : A. Dody R.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s