Beranda

“…Belajar Dari Banjir Garut, Momentum Perbaikan Pengelolaan DAS…”


"...Ilustrasi Suasana Pasca Banjir..." Photo By : Red.NRMnews.com

“…Ilustrasi Suasana Pasca Banjir…” Photo By : Red.NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Anggota Komisi V DPR, Sigit Sosiantomo menilai musibah banjir bandang yang terjadi di Garut, Jawa Barat merupakan momentum memperbaiki pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya di Sungai Cimanuk.

” Suatu DAS dinyatakan buruk, jika koefisien rasio sungainya lebih besar dari 80, Di DAS Cimanuk koefisien rasio sungai 713 dan itu menunjukkan terjadi kerusakan yang masif,” katanya di Jakarta, Jumat (30/9). 

“Penyebab banjir bandang Garut tidak hanya kondisi alam saja tetapi juga pengaruh dari manusia atau kondisi tata buka lahan yang tidak sesuai dengan kondisi alamnya,” imbuhnya. Sigit mengatakan, kondisi alam di Garut berbentuk seperti mangkok atau lembah yang dikelilingi tujuh gunung api, sehingga secara hidrologi daerah itu menjadi tempat mengalirnya air dari gunung.

“Kondisi itu diperparah dengan adanya penyumbatan di arus sungai akibat kondisi tanah pada lereng lembah rapuh, yaitu tanah yang tersusun dari batu-batuan gunung api, bentuknya lepas, teralterasi sehingga mudah longsor dan material longsor akan terseret ke sungai,” katanya.

“Fraksi PKS memandang perlu dilakukan pendekatan pengelolaan kelembagaan DAS secara terintegrasi untuk menahan kerusakan lingkungan yang semakin berat, sekaligus mempertahankan ketersediaan air secara berkesinambungan untuk berbagai keperluan,” ujarnya.

Dia memaparkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebutkan bahwa dari 450 DAS di Indonesia, terdapat 118 DAS kondisinya kritis. Sigit menegaskan, titik-titik DAS kritis yang sudah ditentukan Pemerintah harus diberikan solusi perbaikan agar banjir, longsor dan potensi musibah lainnya.

Banjir bandang Garut tersebut telah menerjang tujuh kecamatan di Kabupaten Garut pada Selasa (20/9) malam. Ketujuh kecamatan itu adalah Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karang Pawitan, dan Samarang. Akibat bencana itu, 34 orang tewas, 19 orang masih dalam pencarian, dan tidak kurang dari 1.000 jiwa diungsikan, merusak sekitar 594 bangunan terdiri dari sekolah, asrama TNI, rumah sakit, pemukiman, PDAM dan menghanyutkan 57 bangunan lainnya.

(Oleh : Red NRMnews.com / Alam Y.K – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s