Beranda

“…Bos Mata Elang Berencana Bangun Gedung Konser dan Pusat Ekshibisi Terbesar di PIK…”


"...Hendra Lie, Pendiri Mata Elang Production..."

“…Hendra Lie, Pendiri Mata Elang Production…”

“…NRMnews.com – JAKARTA, Dulu ia dikenal sebagai sosok bertangan dingin yang memanajeri Band God Bless tahun 1970-an, setelah banting setir dari musik tahun 1978, kini ia lebih dikenal di dunia showbiz karena kepiawaiannya menangani tata panggung dan sound system suatu konser, dan juga merambah dunia properti.

Hendra Lie (64) membuktikan bahwa setiap orang bisa merubah nasib tanpa harus melihat latar belakang status sosial, pendidikan, maupun tempat.

Kemauan kuat untuk terus dapat mempertahankan hidup merupakan motivasi utama seseorang untuk bisa meraih sukses.

“…Saya dilahirkan dari keluarga miskin, sekolah hanya sampai kelas 4 SR (sekarang SD), tantangannya saya harus berjuang…”, ujar Hendra Lie saat ditemui Redaksi NRMnews.com di kantornya, Jumat (07/10.2016).

“…Tahun 1967 saya mulai main musik sebagai drummer di band Jaguar, sampai tahun 1970-an diminta menjadi manager God Bless, waktu itu saya masih 21 tahun. Hingga akhirnya Godbless jadi band terbesar di Asia, tahun 78 saya berhenti dari musik…”, paparnya.

Berhentinya beliau dari musik dikarenakan pengamatannya bahwa musisi pada masa itu hidup susah di hari tuanya. “…Eksis di dunia musik, tidak gampang. Kebanyakan musisi kita, pada hari tuanya, susah. Karena pemerintah tidak pernah memikirkan musisi kita. Lalu saya mulai membangun Mata Elang production tahun 1988…”, imbuhnya.

Tonggak kesuksesan Mata Elang dimulai sejak mendapat kepercayaan menangani pembukaan dan penutupan SEA Games tahun 1997 di GBK hingga SEA Games tahun 2011 di Palembang. Ratusan konser artis dalam dan luar negeri pun mempercayakan tata panggung dan suara pada Hendra Lie, hingga acara tingkat dunia seperti Olimpiade Sydney tahun 2000 digarap Mata Elang dengan menggunakan teknologi Lighting High End System.  

Puluhan tahun jam terbang Mata Elang (saat ini mampu menangani +/- 200 event per bulan), akhirnya melihat kebutuhan akan kehadiran suatu stadium pertunjukan yang berstandar internasional.

Jika salah satu tujuan akhir berkarya di industri musik adalah mengekspresikan karyanya melalui penampilan diatas panggung (Show), maka Hendra Lie mewujudkan tempat yang mumpuni alias berstandard Internasional baik dari segi kualitas tata suara (Sound System), Tata Lampu (Lighting System) hingga akustik dan kapasitas yaitu Mata Elang International Stadium (MEIS).

Apa yang menjadi animo artis luar (tampil di Indonesia)? Artis luar tidak lihat ekonomi Indonesia, yang penting mereka pasti tanya kapasitas sound system (di panggung), pengalaman perusahaan (tangani konser), portofolio, bagaimana multi media, tata panggung, management artis, karena penampilan mereka sangat didukung peralatan. Dia harus tahu peralatan memadai, standard internasional dan yang menangani professional,” tegas pria yang dijuluki Raja Lighting ini.

MEIS pernah menjadi saksi kehebatan bintang dunia seperti Roxette, Sting, Dream Theatre, Guns N’Roses, Taylor Swift, Bruno Mars, Jennifer Lopez, Beyonce hingga band Korea dan band-band lokal. Namun sungguh sayang, gedung yang usianya belum lama dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat ini ternyata tidak bisa berumur panjang, karena Juni 2014 MEIS harus ditutup karena direcoki pihak lain.

Meskipun demikian, Mantan Simpai Karate tersebut tidak patah arang. Tidak tanggung-tanggung ia akan membangun kembali gedung konser berstandard Internasional di Jakarta dan Bali. Kapasitasnya bahkan lebih besar dari MEIS yang ada di Ancol.

“…Saya bersyukur, masih bisa eksis, bukan hanya dunia entertainment, tapi juga bisnis property (Marina Bay West Residence Ancol Barat), dan bisa bikin konser stadium, bahkan sekarang saya mau bikin yang lebih besar di Jakarta dan Bali…”, ujarnya.

Stadium baru tersebut, sebut Hendra Lie, kurang lebih akan menjadi Mata Elang Kingdom (kerajaan), “…Jadi di sana menyatu (terintegrasi) berbagai fasilitas seperti concert hall, exhibition, universal studio, taman hiburan (lotte world), kita buat seperti kerajaan, itu cita-cita saya, yang penting kita harus punya ambisi semasa masih hidup…”, imbuhnya.

Bocorannya, Mata Elang Kingdom akan berlokasi di PIK II, merupakan wilayah terintegrasi dengan lokasi pengembangan properti dari Hendra Lie yakni Tokyo Riverside, pengembangan wahana permainan Lotte World, dan Mata Elang Exhibition Centre seluas 10 hektar yang nantinya akan menjadi destinasi pagelaran dan pameran nasional dan internasional.

 (Oleh : Red NRMnews.com / Dwi Pravita – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s