Beranda

“…Berkualitas Dunia, Kopi Papua Masih Butuh Modernisasi…”


"....Kopi Dogiyai yang Saat Dipamerkan pada Ajang TEI (Trade Expo Indonesia) 2016...." Photo By : Red.NRMnews.com

“….Kopi Dogiyai yang Saat Dipamerkan pada Ajang TEI (Trade Expo Indonesia) 2016….” Photo By : Red.NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Pemerintah baru saja melakukan Peluncuran program “Dengan Bangga Menyeduh Kopi Papua” pada Juni lalu. Tentunya hal tersebut dilatarbelakangi kualitas kopi papua yang berpotensi mendunia .

Menilik lebih jauh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, Papua baru mengolah dua wilayah adat yakni Meepago dan Lapago untuk perkebunan kopi. Pemkab mengandalkan 79 kelompok petani dari setiap desa yang baru dua tahun belakangan ini intens mengolah kebun kopi jenis arabica. Masing-masing kelompok punya kebun dengan luas rata-rata 1,5 hektar khususnya jenis kopi Arabica.

Dogiyai sangat potensial untuk komoditas unggulan kopi, selain buah merah. Tapi pengolahan masih sangat tradisional, dan butuh modernisasi. Kuantitas kopi belum stabil. Kami juga butuh hibah dari pemerintah pusat agar pengolahan kopi kami bisa setara dengan kopi asal Toraja, Flores/Bajawa dan lain sebagainya,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kab. Dogiyai, Andrias Gobai mengatakan kepada Redaksi, Minggu (16/10).

Perkebunan kopi di Kabupaten Dogiyai merupakan perkebunan peninggalan misionaris Belanda di tahun 1890. Saat ini, proses pengolahan kopi di Dogiyai masih tradisional. Mesin-mesin seperti mesin penumbuk yang digunakan pun masih sisa peninggalan Belanda dan belum ada peremajaan. Proses penjemuran dan pengupasan kulit masih manual, serta kopi disangrai dengan kompor dan ditumbuk.

Pemkab. Dogiyai juga akan mendorong program hilirisasi kopi, yakni dari kebun sampai pada gelas (cangkir). Sehingga berbagai program dan aktivitas seperti auction (lelang), TOT (training of trainers), penyuluhan dan lain sebagainya didorong secara intens. “Program kerjasama yang ada baru Scopi (sustainable coffee platform Indonesia). Kami butuh biaya besar tidak hanya peralatan tapi juga modal. Karena akses kami sangat jauh, sampai harus melewati pegunungan.”

Salah satu kopi Dogiyai yang dipamerkan pada ajang TEI (Trade Expo Indonesia) 2016 yakni kemasan Mamo. Terbuat dari kopi pilihan terbaik Papua, Mamo dijual dengan harga Rp 40 – 50 ribu per kemasan 200 gram. Mamo coffee terbuat dari biji kopi special pilihan dari tanaman oldbryd Arabica yang tumbuh di dataran tinggi pegunungan Mapiha, Papua. Proses pengolahan dalam kurun waktu yang tepat dengan sangat spesifik. Sehingga aroma dan rasa kopi sungguhan, dengan tingkat keasaman yang pas.

“Kopi kami berada pada ketinggian di atas rata-rata (kondisi geografis) Flores, Toraja. Sehingga kami dapat biji kopi terbaik. Seluruh (daerah di) Indonesia tidak bisa menang dari kopi Arabica pada ketinggian Papua. Kami tidak punya robusta. Dengan promosi, kopi Papua nantinya bisa setara dengan (kopi) dari daerah lain seluruh nusantara,” pungkasnya.

(Oleh : Red NRMnews.com/Dwi Pravita – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s