Beranda

“…Petani Cabai, Minta Pemerintah Untuk Tidak Impor Cabai…”


"...Suasana Pasar Komoditas..." Photo By : Red NRMnews.com

“…Suasana Pasar Komoditas…” Photo By : Red NRMnews.com

“…NRMnews.com – MAGELANG, Para petani  cabai di Kabupaten Magelang dan Temanggung, Jawa Tengah, berharap kepada pemerintah untuk tidak mengimpor komoditas ini meskipun harga cabai terus merangkak naik.

“…Kalau bisa (tahun ini) jangan ada impor cabai, petani harus diperhatikan. Impor hanya akan menyengsarakan petani karena harga cabai produksi mereka tertekan oleh masuknya produk luar berharga lebih murah…”.

Demikian dikatakan Diono Hadi, Ketua Kelompok Tani Ngudi Tani, Desa Ketundan Kecamatan Pakis, Kabupten Magelang. Ia pun mengatakan, bahwa pada 2014 pemerintah membuka impor cabai sehingga harga produk petani turun dan petani pun rugi besar.

Hal senada disampaikan Siswo dari Temanggung yang menyatakan setelah berlakunya perdagangan bebas cabai impor banyak masuk ke Indonesia dengan bebas bea masuk sehingga dijual dengan harga murah. Kebijakan Impor itu mengakibatkan 95 persen kebutuhan cabai dalam negeri dipasok produk impor sedangkan petani lokal hanya bisa memasok lima persen dari kebutuhan pasar.

“…Harga cabai petani pernah anjlok mencapai Rp 2.000 per kilogram, sedangkan biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 5.000 per kilogram. Akibatnya kami sangat merugi…”, katanya. Siswo menyatakan, petani Temanggangung siap memasok cabai untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri asal pemerintah mendukung dan memperhatikan nasib mereka.

Sementara itu Yasmadi, Ketua Kelompok Tani Sidodadi, Desa Campursari Kecamatan Ngadirejo, Temanggung,  mengaku selama ini memasok 1 ton cabai untuk kegiatan operasi pasar dari Ditjen Hortikultura Kementan demi menstabilisasi harga cabai.

Untuk operasi pasar itu, petani di bawah kelompoknya menjual cabai rawit Rp 15.000/kg dan cabai besar Rp 22.000/kg yang keduanya lebih rendah dari harga yang dijual untuk pasar, yakni Rp 32.000/kg dan Rp 45.000/kg. “…Ini sebagai komitmen kami selaku petani untuk membantu pemerintah menjaga harga cabai agar tidak melonjak…”, tutup Yasmadi.

Berdasarkan Data Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa potensi areal pengembangan usaha cabai di Kabupaten Magelang mencapai 3.525 hektar, yang tersebar di 12 kecamatan, antara lain Pakis, Sawangan, Srumbung dan Secang yang masing-masing memproduksi 7 ton cabai rawit dan 6,7 ton/hektare cabai keriting.

(Oleh : Red.NRMnews.com / Pringga W – Editor : A.Dody.R)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s