Beranda

“…Utang Nambah, Pemerintah Jamin Akan Jaga Rasionya Terhadap PDB…


"...Menteri Keuangan, Sri Mulyani..."

“…Menteri Keuangan, Sri Mulyani…”

“…NRMnews.com – JAKARTA, Rasio utang pemerintah terhadap PDB akan terus terjaga pada kisaran 27 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, hal ini tetap dilakukan meski pada APBN 2017 terdapat porsi penambahan utang baru untuk menutup defisit.

“…Kita akan tetap menjaga (rasio utang) agar tidak mengalami kenaikan tajam, saat Indonesia melakukan langkah-langkah melindungi ekonomi dari tekanan global maupun prioritas pembangunan…”, katanya di Jakarta, Jumat.

Sri Mulyani mengatakan ada tambahan pembiayaan dari penerbitan surat utang Rp 384,7 triliun dalam APBN 2017 yang akan dimanfaatkan untuk pendanaan investasi maupun kegiatan pembangunan yang produktif.

Ia menjelaskan utang tersebut akan dimanfaatkan pemerintah bagi pembangunan infrastruktur proyek strategis, penguatan modal bagi pengusaha kecil dan insentif pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Namun, dia juga memberikan perhatian terhadap neraca keseimbangan primer, yang pada APBN 2017 mencapai R p109 triliun, yang berarti pemerintah masih menanggung beban bunga utang cukup tinggi tahun depan.

“…Kami akan terus memperbaiki pondasi fiskal sehingga beban bunga akan mengalami penurunan dengan adanya confident terhadap prospek kebijakan APBN yang prudent dan berhati-hati, namun cukup ambisius untuk membiayai perekonomian negara…”, katanya.

Untuk menjaga momentum perbaikan ekonomi terhadap tantangan global pada 2017, pemerintah tidak hanya bergantung dari pembiayaan utang, namun juga dari penerimaan pajak yang targetnya naik 13,5 persen dari proyeksi pencapaian pada 2016.

“…Penerimaan pajak cukup ambisius karena naik 13,5 persen, tapi kami akan lakukan secara berhati-hati, agar target ini tidak terlihat tidak realistis dan menimbulkan masalah kredibilitas…”, kata Menkeu.

Penerimaan pajak pada 2017, kata dia, akan bertumpu dari pajak non migas yang diproyeksikan tumbuh 15 persen dengan memanfaatkan momentum dari pelaksanaan program amnesti pajak yang pencapaiannya dianggap sesuai harapan.

“…Untuk mendorong pajak non migas, caranya dengan memanfaatkan perbaikan basis data pajak dan kepatuhan wajib pajak dari momentum amnesti pajak, serta melakukan perbaikan pada sejumlah regulasi terkait perpajakan…”, ujar Sri Mulyani.

Dari target penerimaan perpajakan pada APBN 2017 sebesar Rp 1.498,8 triliun, sebanyak Rp 751,7 triliun diharapkan bisa tercapai melalui Pajak Penghasilan (PPh) non migas, sedangkan sisanya sebagian besar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Rp 493,8 triliun.

(Oleh: NRMnews.com/Eka Santhika-Editor/A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s