Beranda

“…Buni Yani, Siap Diperiksa Penyidik Cyber Crime Polda Metro Jaya…”


"...Buni Yani, Akademisi London School of Public Relations (LSPR)..."

“…Buni Yani, Akademisi London School of Public Relations (LSPR)…”

“…NRMnews.com – JAKARTA, Buni Yani, Akademisi London School of Public Relations (LSPR), mengaku siap menjalani pemeriksaan terkait beredarnya video ucapan kontroversial Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnam (Ahok) di media sosial yang menyinggung surah Al Maidah.

Rencananya, penyidik Cyber Crime Polda Metro Jaya akan memeriksa Buni Yani sebagai pihak terlapor, pada hari Kamis (10/11/2016) depan

“…Iya, hari Kamis…”, kata pengacara Buni Yani, Aldwin Rahardian, Senin (07/11/2016). Menurutnya, kliennya telah menerima surat pemanggilan dari pihak kepolisian.

Aldwin membantah jika kliennya memotong video ucapan Ahok yang diduga telah menistakan agama. Dia menambahkan jika kliennya bukan pihak yang pertama kali menggunggah vidoe tersebut ke dunia maya. Katanya, Buni Yani mengambil video Ahok dari salah satu akun di Youtube.

“…Tidak ada pemanggalan video. Dia ambil videonya (diambil) dari akun NKRI…”, kata dia. Sebelumnya, Buni Yani membantah tuduhan mengedit isi video yang berisi ucapan Ahok tentang surat Al Maidah.

Buni berani bersumpah untuk membuktikan pernyataannya. “…Saya bersaksi demi Allah, kalau sudah bersumpah demi Allah, berarti sudah serius ya, dunia akhirat, tidak mengubah apa-apa di dalam video tersebut. Sama sekali tidak, karena saya tahu itu fitnah…”, kata Buni kemarin.

Buni Yani juga menyangkal telah memotong video yang aslinya berdurasi satu jam empat menit menjadi hanya 31 detik. Dia mengatakan ketika itu hanya mengunggah ulang video berdurasi 31 detik dari media lain.

“…Saya bukan orang pertamakali yang mengupload video itu. Saya dapat dari media NKRI, saya bukan yang pertama. Sedangkan NKRI ambil dari website resmi pemprov, lebih dulu ada di website pemda. Saya dituduh memotong dari satu jam empat menit menjadi 31 detik. Itu juga tidak benar, itu sudah dari NKRI, durasinya 31 detik…”, kata Buni.

Kendati demikian, Buni mengaku siap menghadapi proses hukum. Kasus Buni Yani berawal dari laporan kelompok relawan pendukung Ahok, Komunitas Muda Ahok Djarot (Kotak Adja), ke Polda Metro Jaya.

Buni dianggap secara sengaja mengedit rekaman video Ahok tentang ucapannya yang menyinggung surat Al Maidah yang kemudian diartikan sebagai tindakan penghinaan terhadap agama.

(Oleh : Red NRMnews.com / Pringga W. – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s