Beranda

“…Kekhawatiran Indonesia Pasca Kemenangan Donald Trump…”


"...Pemenang Pemilu Presiden AS, Donald Trump..."

“…Pemenang Pemilu Presiden AS, Donald Trump…”

“…NRMnews.com – JAKARTA, Kemenangan Trump memang disambut sorak sorai pendukungnya. Namun, tidak sedikit orang yang cemas dengan segera masuknya Trump ke Gedung Putih.

Sebagian besar warga Amerika Serikat yang kecewa kemudian mencuitkan perasaan mereka hingga menjadi trending topic global Twitter.

Salah satu yang menyorot perhatian adalah tagar #RIPAmerica. Hingga berita ini diturunkan, tagar tersebut masih menduduki trending topic dunia.

Selain #RIPAmerica, beberapa trending words seperti #DonaldTrump, #President Trump, #ElectionNight dan #Elections2016 juga mendominasi linimasa.

Namun, kekhawatiran atas kemenangan Trump tak hanya dirasakan warga negaranya sendiri. Sehari sebelum pemungutan suara berlangsung, Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan meragukan Donald Trump akan mampu menjaga kedamaian jika terpilih jadi presiden.

“…Ya kalau Trump, wah kelihatannya susah itu, dunia nanti juga jadi susah. Tentu orang mengharapkan banyak kepada Hillary. Tapi nanti kita tunggu saja besok…”, ujar JK Meski begitu, JK menilai dari sisi ekonomi tidak terlalu memiliki dampak besar. Hanya saja, memang Trump lebih protektif terhadap negaranya. Sementara, Presiden Jokowi memilih menahan diri untuk berkomentar.

“Ya perdagangan biasa saja, walaupun kelihatannya dari pidatonya, Trump itu lebih protektif nasionalnya sendiri-sendiri,” ucap dia. Pendapat senada juga disampaikan Chief Economist Bank Mandiri Anton Gunawan. Ia memandang Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump akan memberikan perubahan yang cukup signifikan.

Jika Trump benar-benar menjalankan berbagai kebijakan seperti yang disampaikan selama kampanye, AS akan menjadi negara yang lebih tertutup dari dunia internasional. Hal itulah yang akan menimbulkan ketidakpastian. “Dan konflik ekonomi akan muncul di beberapa tempat karena approach-nya orangnya itu lebih konfrontatif orangnya,” kata dia.

Secara keseluruhan, Anton mengatakan akan membutuhkan lebih banyak waktu bagi Trump ‎untuk menjalankan seluruh kebijakan tersebut mengingat latar belakangnya bukan dari kalangan pemerintahan. ‎”Jadi masih meraba-raba. Jadi uncertainty masih tinggi. Jadi, volatilitas di pasar keuangan agak lebih besar, harus berjaga-jaga baik naik atau turun,” jelas dia.

Meski begitu, Anton menilai ada sedikit hikmah dan keuntungan yang bisa dimanfaatkan Indonesia jika Trump memimpin AS. Apa itu? ‎”Kalau arahnya misalkan pada perkembangan di sana dan kecenderungan AS lebih lambat mungkin agak menguntungkan bagi Indonesia karena The Fed tidak berani mereka menaikkan suku bunga lebih cepat,” kata Anton.

Dengan tidak dinaikkannya suku bunga oleh The Fed, aliran dana investor asing masih mengarah ke negara-negara berkembang, seperti salah satunya Indonesia. .

(Oleh : Red NRMnews.com / Alam Y.K.  – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s