Beranda

“…Prestasi Buruk, ICW Minta Jaksa Agung Dicopot…”


"...Gedung Kantor Kejaksaan Agung RI di Jakarta..." Photo By : Red NRMnews.com

“…Gedung Kantor Kejaksaan Agung RI di Jakarta…” Photo By : Red NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kinerja pemberantasan korupsi Kejaksaan Agung selama dua tahun kepemimpinan HM Prasetyo sangat buruk. Hal itu terlihat dari tidak ada prestasi yang berhasil ditorehkan Korps Adhyaksa tersebut.

Menurut peneliti ICW Bidang Investigasi Wana Alamsyah, penilaian tersebut dinilai berbanding terbalik dengan keputusan Presiden Jokowi mempertahankan Prasetyo sebagai jaksa agung setelah berulang melakukan kocok ulang kabinet. Banyak faktor, ungkapnya, yang menjadikan rapor merah kinerja Jaksa Agung M Prasetyo dalam penanganan perkara terutama kasus korupsi.

Dari catatan ICW, sepanjang November 2014 hingga Oktober 2016, Kejagung hanya menangani 24 kasus korupsi dengan kerugian negara Rp 1,5 triliun dan melibatkan 79 tersangka. Namun, dari jumlah itu, sebanyak 16 kasus atau 67% masih di tingkat penyidikan. Yang sudah naik ke penuntutan hanya delapan kasus atau 33%.

Presiden harus evaluasi karena dari tahun pertama belum ada evaluasi. Sebenarnya kriteria apa yang bisa melanggengkan jaksa agung?” tanya Wana di Kantor ICW, Jakarta, Jumat (19/11). Menurut dia, jika kinerja seorang menteri bisa dipertanyakan lantas dicopot, mengapa hal yang sama tak terjadi pada jaksa agung?

”Berdasar pemantauan kami, ternyata kebanyakan PNS pejabat pembuat komitmen yang ditahan. Tapi, aktor-aktor besarnya tidak ada,” tandasnya. Kejagung juga belum sepenuhnya profesional dalam menangani perkara, terbukti dengan sering kalahnya kejaksaan dalam sejumlah sidang gugatan praperadilan.

Satu di antaranya putusan praperadilan yang memenangkan mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti tiga kali berturut-turut terhadap surat perintah penyidikan (sprindik) yang dikeluarkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Secara teknis penanganan perkara, dia pun menilai jaksa belum maksimal dalam mengumpulkan barang bukti dan ada kerugian negara.

Anggota Komisi III DPR Nasir Jamil juga sepakat dengan penilaian ICW. Dia menilai, kinerja Kejagung selama dua tahun terakhir tidak memuaskan. Penilaian itu muncul karena hingga saat ini belum ada kasus korupsi besar yang berhasil diselesaikan Kejagung.

”Ini tidak sesuai dengan janji pemerintah dan jaksa agung yang akan segera menuntaskan kasus korupsi kelas kakap dalam masa jabatannya,” tandas Nasir. Dia mengatakan, banyak anggota Komisi III yang tidak puas dengan kinerja jaksa agung saat ini. Kinerja jaksa agung dalam pemberantasan korupsi bahkan tertinggal jauh dengan KPK.

(Oleh: Red NRMnews.com / Fajar S. – editor : A.Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s