Beranda

“…Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kebumen, Diperiksa KPK…”


"...Gedung Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR.Rasuna Sahid, Jakarta..." Photo By : Red NRMnews.com

“…Gedung Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR.Rasuna Sahid, Jakarta…” Photo By : Red NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA,  Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kebumen Dian Lestari Subekti Pertiwi, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kebumen pada APBD Perubahan 2016.

“…Dian Lestari Subekti Pertiwi diperiksa untuk tersangka YTH (Yudhy Tri H) dan SGW (Sigit Widodo)…”, kata Pelaksana Tugas (Plt) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Dian diamankan petugas KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di beberapa tempat di Kebumen, pada 15 Oktober 2016. Selain Dian, KPK juga memeriksa karyawan swasta Qolbin Salim, anggota DPRD Kebumen dari Fraksi PAN Suhartono, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen Andi Pandowo, Direktur PT OSMA cabang Kebumen Salim, Ketua Komisi A DPRD Kebumen dari fraksi PDI-Perjuangan Yudhy Tri H dan PNS Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kebumen Sigit Widodo.

Yudhi, Dian dan Suhartono diketahui sama-sama duduk di Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi A yang mengurus bidang hukum dan pemerintahan.

Namun baru Yudhi dan Sigit yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap berdasarkan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Yudhi dan Sigit diduga menerima suap terkait proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen dengan total nilai proyek Rp 4,8 miliar untuk pengadaan buku, alat peraga dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

KPK menduga keduanya membuat kesepakatan dengan pengusaha dari Jakarta untuk mendapatkan proyek dengan imbalan 20 persen dari nilai Rp 4,8 miliar. Namun kesepakatan yang terjadi adalah Rp 750 juta.

Pada OTT itu, KPK mengamankan Rp 70 juta dari tangan Yudhi sebagai bagian dari kesepakatan. Sedangkan sebagai pemberi suap, KPK menetapkan Direktur Utama PT Otoda Sukses Mandiri Abadi (OSMA) Grup, Hartoyo sebagai tersangka.

Hartoyo disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(Oleh : Red.NRMnews.com / Eka Santhika – Editor : A.Dody.R)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s