Beranda

“…Eksportir Indonesia Ramaikan Pasar Kopi di Tiongkok dengan Paket Gift Set Jelang Imlek…”


"...Gift Set Kopi yang Akan Di Pasarkan di Tiongkok..."

“…Gift Set Kopi yang Akan Di Pasarkan di Tiongkok…”

“…NRMnews.com – JAKARTA, Ekspor kopi Indonesia ke Tiongkok semakin meningkat dengan sejumlah perusahaan eksportir yang membidik speciality coffee (kopi spesial) untuk dipasarkan di negara tersebut.

Perusahaan yang jeli melihat peluang, mengemas produknya sebagai paket souvenir gift set untuk perayaan eventual, misalkan tahun baru Imlek.

Hal ini dibenarkan oleh pemilik Twind Coffee, Stephen Lo, yang menilai peningkatan permintaan gift set kopi Indonesia jelang Tahun Baru Imlek, Januari 2017 akan signifikan.

Tradisi Imlek, masyarakat di Tiongkok, Taiwan, Hongkong bersilaturahmi (mengikat persaudaraan), termasuk relasi bisnis. Kami sedang persiapkan bikin gift set. Bentuknya kotak, kantong yang praktis ,” terang Stephen Lo kepada redaksi, Selasa (6/12/2016).

“Tren (instant coffee) turun dari tahun ke tahun, termasuk di Indonesia. Kami bikin souvenir gift set juga tidak dengan instant coffee. Kami pilih specialty coffee. Walaupun harga mahal, tetapi ini kan untuk prestige jaga relasi bisnis. Di Tiongkok, jelang Imlek juga akan ramai penjualan gift set kopi luwak atau specialty coffee.”

Seiring dengan perkembangan industri minuman kopi, istilah specialty coffee muncul karena para peminum kopi sudah dapat membedakan kualitas kopi. Kopi yang tergolong dalam kualitas baik inilah yang mendapat sebutan specialty coffee. Penilaian masyarakat terhadap kopi semakin mengarah pada aroma dan rasa yang istimewa. Semuanya baik aroma, rasa dan harga di atas kopi rata-rata pada umumnya.

Saat ini, tingkat rata-rata konsumsi kopi masyarakat Tiongkok mencapai sekitar enam persen (6%) terutama segmen umur 25 – 35 tahun. “Tren konsumsi specialty coffee di Tiongkok dibawa oleh generasi muda yang baru kembali studi atau kerja dari Amerika dan Eropa hingga tingkat konsumsi Tiongkok meningkat sampai 300 persen, bahkan tahun depan sampai 400 persen. Kami yakin,” tandas pria yang juga aktif di AEKI (Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia) ini.

Fenomena ‘nongkrong di warung kopi’ di Tiongkok sangat kentara pada beberapa tempat kerja favorit generasi muda. “Kantor Alibaba Group (perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok, didirikan Jack Ma), Huawei (perusahaan ICT Tiongkok) sekarang dihinggapi budaya coffee break. Mereka minum kopi sekitar jam tiga sore. Semua insinyur (ahli ICT) setelah jam kerja, sering nongkrong di coffee shop,” imbuhnya.

AEKI memanfaatkan peluang pasar di Tiongkok, dan sedang jajaki kerjasama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI. Tidak hanya di Tiongkok, Ekspor Specialty Coffee Indonesia dalam 10 tahun belakangan ini semakin meningkat. Terlebih lagi terdapat 13 jenis kopi spesial Indonesia yang telah terdaftar dalam Indikasi Geografis. Selain specialty,produsen dan eksportir kopi Indonesia juga gencar menjual kopi luwak.

Di sisi lain, Stephen juga yakin dengan prospek bisnis roasting kopi. Sehingga AEKI membuat konsentrasi khusus dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan SDM penguasaan teknologi roasting. Selain pelatihan rutin, AEKI bersama pusat pelatihan kopi Indonesia (PPKI) di Jakarta buka kelas bisnis micro roastery. Café Twind (di Gading Serpong, Tangerang) milik Stephen juga sering mengundang barista Taiwan untuk mengadakan roasting coffee.

(Oleh : Red NRMnews.com / Dwi Pravita – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s