Beranda

“…Ini Tuntutan Jaksa Terhadap Ahok…”


"...Pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta, Ahok - Djarot...."

“…Pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta, Ahok – Djarot….”

“…NRMnews.com – JAKARTA, Sidang kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berlangsung secara terbuka dipimpin hakim Dwiarso Budi Santiarto, yang juga Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Sedangkan anggota majelis hakim, yaitu Jupriyadi, Abdul Rosyad, Joseph V. Rahantoknam dan I Wayan Wirjana. Ahok hadir didampingi lebih dari 80 orang kuasa hukum.

Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi pada 16 November 2016. Polisi melimpahkan berkas perkara pada Jumat 25 November dan kejaksaan menyatakan berkas perkara Ahok sudah lengkap pada Rabu, (30/11/2016). Jaksa Penuntut Umum mendakwa Ahok telah menistakan agama melalui ucapannya ketika kunjungan kerja di pelelangan ikan di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Surat dakwaan nomor register perkara BDM 147/JKT. UT/12/2016 dibacakan oleh jaksa penuntut umum, Ali Mukartono.

 “Dengan perkataan itu, pemeluk dan penganut agama Islam yang merupakan salah satu golongan rakyat Indonesia seolah-olah adalah orang yang membohongi dan membodohi dalam menyampaikan kandungan surat Al Maidah ayat 51,” kata Ali Mukartono.

Jaksa Ali Mukartono mengatakan Ahok yang sudah terdaftar sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, sengaja menggunakan Quran surat Al Maidah 51 untuk kepentingan Pilkada DKI Jakarta 2017. Jaksa mendakwa dengan pasal 156a huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagai alternatif pertama atau pasal 156 sebagai alternatif kedua. Berikut isi pasal dan ancaman pidananya :

Pasal 156a
Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;

b. Dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pasal 156

Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Ahok sendiri membacakan pembelaan delapan halaman dan menyanggah tudingan menistakan agama. Ia mengatakan apa yang diutarakannya di Kepulauan Seribu bukan dimaksudkan untuk menafsirkan Surat Al Maidah ayat 51 apalagi menista agama Islam dan menghina para ulama.

(Oleh : Red NRMnews.com / Alam Y.K – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s