Beranda

“…Sidang Perdana Kasus Penistaan Agama Oleh Ahok…”


"...Basuki Tjahja Purnama / Ahok, Gubernur Non-Aktif DKI Jakarta..."

“…Basuki Tjahja Purnama / Ahok, Gubernur Non-Aktif DKI Jakarta…”

“…NRMnews.com – JAKARTA, Setelah hampir 3 bulan video rekaman pernyataan Ahok yang beredar luas di media sosial dengan pernyataan tentang surat Al Maidah ayat 51 dikecam luas, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menggelar sidang.

Dalam suatu kunjungan ke Kepulauan Seribu 27 September 2016, Ahok – di hadapan ratusan warga dan pemuka masyarakat setempat – mengatakan “… khan bisa saja dalam hati kecil, bapak ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongi pake surat Al Maidah (ayat) 51 macam-macam itu. Itu hak bapak ibu.”

Sebagian umat Islam menilai Ahok telah menistakan ayat suci Al Qur’an, tetapi sebagian lainnya menilai pemenggalan kata tertentu yang membuat makna ayat suci itu menjadi berbeda. Surat Al Maidah ayat 51 yang menjadi perhatian dalam kasus ini menyatakan

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu).” Demonstrasi besar-besaran menuntut penangkapan Ahok terjadi di depan Istana Negara pada 4 November dan di lapangan Monumen Nasional pada 2 Desember lalu. Di kota-kota lain berlangsung aksi massa.

Sidang perdana dugaan penistaan agama yang dituduh dilakukan oleh gubernur non aktif DKI Jakarta – Basuki Tjahaya Purnama atau akrab dikenal sebagai Ahok – berlangsung hari Selasa (13/12) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Sidang berlangsung secara terbuka dipimpin hakim Dwiarso Budi Santiarto, yang juga Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sedangkan anggota majelis hakim, yaitu Jupriyadi, Abdul Rosyad, Joseph V. Rahantoknam dan I Wayan Wirjana.

Ahok didampingi lebih dari 80 orang kuasa hukum. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi pada 16 November 2016. Polisi melimpahkan berkas perkara pada Jumat 25 November dan kejaksaan menyatakan berkas perkara Ahok sudah lengkap pada Rabu, (30/11/2016).

Jaksa Penuntut Umum mendakwa Ahok telah menistakan agama melalui ucapannya ketika kunjungan kerja di pelelangan ikan di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Surat dakwaan nomor register perkara BDM 147/JKT. UT/12/2016 dibacakan oleh jaksa penuntut umum, Ali Mukartono.

Jaksa Ali Mukartono mengatakan Ahok yang sudah terdaftar sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, sengaja menggunakan Quran surat Al Maidah 51 untuk kepentingan Pilkada DKI Jakarta 2017. “Dengan perkataan itu, pemeluk dan penganut agama Islam yang merupakan salah satu golongan rakyat Indonesia seolah-olah adalah orang yang membohongi dan membodohi dalam menyampaikan kandungan surat Al Maidah ayat 51,” kata Ali Mukartono.

Jaksa mendakwa dengan pasal 156a huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagai alternatif pertama atau pasal 156 sebagai alternatif kedua.  Ahok membacakan pembelaan delapan halaman dan menyanggah tudingan menistakan agama. Ia mengatakan apa yang diutarakannya di Kepulauan Seribu bukan dimaksudkan untuk menafsirkan Surat Al Maidah ayat 51 apalagi menista agama Islam dan menghina para ulama.

“Secara bahasa mengerti tetapi isi tuntutannya saya tidak mengerti. Mengapa saya dituduh menista agama atau menghina ulama,” ujar Ahok menanggapi dakwaan jaksa sebelum membacakan pembelaanya. “Namun ucapan itu, saya maksudkan, untuk para oknum politisi, yang memanfaatkan Surat Al Maidah 51, secara tidak benar karena tidak mau bersaing secara sehat dalam persaingan Pilkada,” jelasnya.

(Oleh : Red NRMnews.com / Fajar S. – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s