Beranda

“…4.120 Orang Yang Kehilangan Tempat Tinggal, Mengadu ke LBH Jakarta…”


"...Ilustrasi Suasana Pengusuran..." Photo By : Red NRMnews.com

“…Ilustrasi Suasana Pengusuran…” Photo By : Red NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Sepanjang 2016 LBH Jakarta menyebut ada 4.120 orang yang mengadu ke lembaga tersebut. Mereka mengaku sebagai warga Jakarta yang kehilangan tempat tinggal.

Hal itu disampaikan Yunita dalam catatan akhir tahun refleksi hukum dan HAM 2016 dengan tema ‘Mundurnya Demokrasi dan Kalahnya Negara Hukum.

Yunita menyebut laporan pengaduan itu apabila digolongkan ke tempat wilayah masyarakat di DKI Jakarta, angka pengaduan tertinggi berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

“…Untuk kasus perkotaan dan masyarakat urban yang ditangani lebih lanjut 35 kasus pelanggaran HAM dengan total pencari keadilan 4.120 orang. Yang paling banyak terjadi adalah kasus pelanggaran HAM SDA, pelanggaran SDA ini adalah pelanggaran tanah, air dan tempat tinggal…”, ujar Kepala Divisi Hukum dan Advokasi LBH Jakarta, Yunita, di kantor LBH Jakarta Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (17/12/2016).

“…Dari semua kasus-kasus yang kami tangani mengenai tanah mayoritas penggusuran paksa, karena pada tahun ini kasus penggusuran paksa dilakukan Pemprov DKI Jakarta begitu masif…”, papar Yunita. Dari data aduan yang diterima LBH Jakarta, Yunita menyebut ada semacam pola di balik penggusuran Pemprov DKI Jakarta.

“…Pola pertama pengelolaan SDA untuk kepentingan bisnis contoh kasus pertama adalah reklamasi. Reklamasi ini tidak memberikan keuntungan rakyat, bahkan kepada warga Jakarta secara luas, dan yang diuntungkan adalah bisnis. Reklamasi ini banyak sekali melanggar hukum perda tata ruang dan izinnya, izinnya belum ada tetapi sudah dilakukan. Hal ini juga bisa dilihat dari berbagai macam pembangunan yang berorientasi bisnis…”, ucapnya.

“…Mekanisme pemulihan hak sangat rendah, pertama mereka tidak dapat informasi bagaimana pemulihan hak. Mereka berinisiatif sendiri dengan ke pengadilan. Dan andaikan mereka bertemu dengan proses pengadilan atau kepolisian biasanya mandek di tengah-tengah atau keputusannya pun tidak membela ke mereka…”, imbuh Yunita.

(Oleh : Red.NRMnews.com / Alam YK – Editor : A.Dody.R)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s