Beranda

“…PBNU : Semangat Toleransi dan Kebhinekaan Sepanjang Tahun 2016 Memudar…”


"...Logo Nahdatul Ulama (NU)..."

“…Logo Nahdatul Ulama (NU)…”

“…NRMnews.com – JAKARTA, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj menilai, semangat toleransi dan kebhinekaan antar masyarakat Indonesia telah pudar sepanjang tahun 2016 yang cenderung disebabkan perhelatan politik di Pilkada DKI.

Said Aqil Siroj mengingatkan semua pihak untuk kembali kepada jati diri bangsa yang mengakui kemajemukan dalam wadah perjanjian yang diikat dengan semangat Bhineka Tunggal Ika.  Kebebasan dinilai dapat memberikan peluang kepada kelompok radikal untuk mengekspresikan pikirannya dan gerakannya yang berpotensi memecah NKRI melalui isu suku, agama, ras dan antar golongan atau SARA.

Media sosial tidak menjelma sebagai arena pertarungan opini yang konstruktif, tetapi justru malah menjadi panggung provokasi fitnah dan kebencian, polarisasi tersebut melibatkan pengguna sentimen SARA untuk tujuan politik yang sesungguhnya berbahaya bagi kelangsungan sendi-sendi konsesus nasional,” ungkap Said Aqil Siroj saat refleksi akhir tahun 2016 di gedung PBNU, Jakarta, pada Jum’at (30/12/2016).

PBNU mendorong Pemerintah membangun sistem pencegahan radikalisme yang dapat tumbuh subur di dunia maya. Moderatisme dan toleransi semakin hari semakin pudar oleh seruan konten radikal yang mudah disebar di media sosial.

“Dunia maya berkembang pesat, sedemikiam rupa menjadi panggung penyebar kabar-kabar bohong, dan berita-berita paslu untuk mengadu domba antar elemen bangsa dan mengobarkan permusuhan antar golongan, gerakan melek digital perlu digalakan, termasuk melalui instrumen pendidikan formal, agar dunia maya berfungsi konstruktif sebagai agen kohesi sosial,” kata Said Aqil Siroj.

Selain refleksi tahun 2016 di ranah politik kebangsaan, Said Aqil Siroj juga menyampaikan refleksinya di ranah ekonomi dan kesejahterahaan, hukum dan keadilan, serta kehidupan beragama. Untuk ekonomi dan kesejahterahaan, PBNU menyarankan untuk mengurangi ketimpangan, Pemerintah diharapkan memberi perhatian lebih kepada pertanian. Upaya pembenahan sektor pertanian harus dimulai dari reforma agraria dan redistribusi tanah untuk petani.

Di ranah hukum dan keadilan, PBNU berharap kepada Pemerintah untuk meningkatkan mutu regulasi konstitusi, penuntasan reformasi institusi penegak hukum, dan penegakan hukum yang tegas terutama pada korupsi, terorisme dan narkoba. Untuk kehidupan beragama, PBNU berharap kepada Pemerintah dan aparat penegak hukum agar menindak tegas kelompok intoleran yang melanggar hukum dan ketertiban sosial.

(Oleh : Red NRMnews.com / Pringga W. – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s