Beranda

“…Pengamat Militer dan Intelijen : TNI Harus Pahami Politik…”


"...Ilustrasi Peserta Pelatihan Bela Negara..." Photo By : Red. NRMnews.com

“…Ilustrasi Peserta Pelatihan Bela Negara…” Photo By : Red. NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, dalam era global terjadi pergeseran ancaman keamanan dari konvensional berupa fisik dan militer menjadi ancaman non konvensional seperti perang tanpa bentuk atau ‘proxy war’.

Ancaman non militer seperti inilah yang kini mulai merasuk dan berupaya untuk melemahkan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“…Harus ditingkatkan lagi dalam hal secara konsepsional sehingga siap menghadapi bentuk ancaman apapun. Sekarang bukan perang tradisional tetapi seperti bagaimana ajakan untuk melawan Pancasila dan ini mulai terlihat…”, kata Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Senin (16/01/2017) lalu.

Antisipasi terhadap berbagai ancaman non militer seperti ingin mengganti ideologi Pancasila, harus menjadi fokus dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pihak terkait sehingga kesatuan dari NKRI tetap terjaga berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Mantan anggota Komisi I DPR itu setuju TNI tidak berpolitik tetapi harus mengikuti dan mencermati perkembangan politik.

“…TNI tetap pada garisnya tidak berpolitik praktis tetapi memahami politik karena apabila tidak memahami politik kan arah dan haluan kinerja tidak pas dengan perkembangan politik yang ada…”.

Keberadaan TNI di seluruh wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain harus diperkuat karena rentan terhadap infiltrasi ideologi dari negara tetangga. Apalagi sarana informasi lebih mudah diakses dari negara tetangga.

“…Wilayah perbatasan harus jadi fokus karena sensitif dengan masuknya ideologi dari negara tetangga. Untuk melihat televisi Indonesia tidak dapat channel. Mereka lebih banyak mendengarkan lagu kebangsaan negara tetangga, lebih hafal UUD negara tetangga. Itu berbahaya…”, tegasnya.

TNI harus terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk setia dan cinta terhadap NKRI. Apabila menanamkan rasa cinta melalui program Bela Negara, harus tetap dipastikan tidak memberi ruang terhadap penyalahgunaan kewenangan sehingga Bela Negara benar-benar diterima masyarakat. Jika melalui pendidikan maka harus bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

(Oleh : Red.NRMnews.com / Dwi Pravita – Editor : A.Dody.R)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s