Beranda

“…Menlu Perlu Tempuh Jalur Diplomatik Terkait Senjata Selundupan di Sudan…”


"...Pasukan Perdamaian Indonesia.." Photo BY : Puspen TNI

“…Pasukan Perdamaian Indonesia..” Photo BY : Puspen TNI

“…NRMnews.com – JAKARTA, Menteri luar negeri sebaiknya menempuh jalur diplomatik kepada pemerintah Sudan, terkait tuduhan kepada pasukan perdamaian Indonesia terlibat penyelundupan senjata keluar negara itu.

“Kami minta Menlu, Bu Retno, lakukan pendekatan ke pemerintah Sudan agar masalah ini jelas,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Asril Tanjung, di Jakarta, Selasa (24/1).

Dia mengatakan peristiwa itu memalukan Indonesia padahal pelakunya bukan pasukan perdamaian asal Indonesia.

Tanjung mengatakan, dia sudah menghubungi berbagai pihak dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya TNI dan Kepolisian Indonesia tidak terlibat dalam kasus itu sehingga masih terus dilakukan penyelidikan. Politisi Partai Gerindra itu mengatakan, Komisi I DPR akan memperdalam terkait kasus tersebut dengan memanggil menteri pertahanan dan panglima TNI.

“Selama ini PBB percaya kepada Indonesia dan kontingen pasukan perdamaian kita selalu mendapatkan penilaian terbaik,” katanya. Tanjung mengatakan Indonesia termasuk negara terbanyak yang mengirim kontingen pasukan perdamaian PBB dan selama ini tidak ada masalah terkait senjata.

Menurut pengalamannya sebagai ketua kontingen pasukan perdamaian Indonesia untuk Kamboja pada 1993, seluruh peralatan persenjataan dimasukkan dalam peti kemas atau dibawa terpisah dari prajurit. “Persenjataan dipisahkan dari orang pemegangnya. Pasukan naik pesawat terbang tidak menggunakan senjata sesuai ketentuan PBB,” katanya.

Secara reguler, Indonesia mengirimkan kontingen pasukan militer (Pasukan Gabungan PBB Penjaga Perdamaian di Darfur/UNAMID) dan polisi ke Darfur untuk menjaga perdamaian di sana dalam misi Gabungan Polisi PBB (FPU). Semua berjalan baik, sampai ada kabar terjadi upaya penyelundupan keluar dari Sudan atas senjata dan amunisi yang disamarkan, termasuk mineral berharga.

Ramai diberitakan, pemerintah di Darfur Utara menyebutkan pasukan Indonesia itu ditahan, Jumat waktu setempat (20/1), di Bandara El Fasher, Sudan. Informasi dari Pusat Media Massa Sudan menyebutkan, senjata dan amunisi yang diselundupkan meliputi 29 senapan AK-47, enam senapan GM3, dan 61 berbagai jenis pistol, dan juga berbagai amunisi dalam jumlah besar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s