Beranda

“…GBPH Prabukusumo : Uji Materi UU Keistimewaan DIY Melenceng dari Paugeran Keraton Yogyakarta…”


"...Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabukusumo SPSi, Adik Sri Sultan Hamengkubuwono X..." Photo By : Red NRMnews.com

“…Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabukusumo SPSi, Adik Sri Sultan Hamengkubuwono X…” Photo By : Red NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Uji materi Undang-Undang 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UU KDIY) telah menjalani beberapa kali persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Uji materi tersebut diajukan oleh 11 warga Yogyakarta yang merasa keberatan dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon Gubernur DIY.

Mereka mempersoalkan frasa ‘istri‘ dalam Pasal 18 ayat (1) huruf M Undang-Undang 13 Tahun 2012 tentang UU KDIY.

Adapun bunyi dalam pasal itu adalah “…Calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur adalah warga Negara Republik Indonesia yang harus memenuhi syarat : M. menyerahkan daftar riwayat hidup yang memuat, antara lain riwayat pendidikan, pekerjaan, saudara kandung, istri, dan anak…”.

Menanggapi uji materi tersebut, trah atau ahli waris Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX menganggap bahwa uji materi itu melenceng dari aturan atau paugeran Keraton Yogyakarta. Menurut GBPH Prabukusumo, salah seorang putra dari Sultan HB IX, Kraton Yogyakarta mempunyai paugeran tersendiri dalam menetapkan Sultan.

“…Paugeran ini sudah turun menurun. Sudah ratusan tahun usianya. Sejak Sri Sultan HB I hingga Sri Sultan HB X, paugeran ini digunakan. Tidak bisa diubah begitu saja…”, papar Prabukusumo.

Prabukusumo menambahkan bahwa paugeran merupakan adat istiadat tradisi budaya. Paugeran ini tak hanya ada di Kraton Yogyakarta, namun di setiap daerah di Indonesia memiliki paugeran atau adat istiadat masing-masing.

“…Paugeran ini tidak bisa diubah begitu saja. Paugeran Kraton ini harus menjadi pertimbangan MK dalam memutuskan perkara ini. Sebab paugeran sudah berumur ratusan tahun. Kalau diubah begitu saja ya rusak semua nanti…”, jelas Prabukusumo.

Prabukusumo membeberkan bahwa jika MK mengabulkan uji materi tersebut maka akan membuka peluang Sultan bukanlah laki-laki. Hal ini, lanjut Prabukusumo tidak sesuai dengan paugeran Keraton Yogyakarta.

“…Sultan itu harus laki-laki karena Keraton Yogyakarta itu kerajaan Islam. Apalagi Sultan itu punya asma dalem Ngersa Dalem Sampeyan Dalem Hingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono ingkang Jumeneng Kaping Sedasa Ngabdurahman Sayidin Pranotogama Khalifatullah ing Ngayogyakarta Hadiningrat. Khalifatullah itu pemimpin agama dan harus laki-laki…”, pungkas Prabukusumo.

(Oleh : Red.NRMnews.com /Pringga W – Editor : A.Dody.R)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s