Beranda

“…GBPH Prabukusumo : Jangan Utak-Atik Paugeran Keraton…”


"...Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabukusumo SPSi, Adik Sri Sultan Hamengkubuwono X..." Photo By : Red NRMnews.com

“…Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabukusumo SPSi, Adik Sri Sultan Hamengkubuwono X…” Photo By : Red NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Uji materi Undang-Undang 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UU KDIY) telah menjalani beberapa kali persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam beberapa kali persidangan, MK sudah mendengarkan beberapa keterangan ahli maupun pihak Keraton Yogyakarta.

Menurut GBPH Prabukusumo keputusan MK terkait uji materi UU Keistimewaan bisa berdampak kepada keraton lainnya seperti Kasunanan Surakarta, Praja Mangkunegaran dan Kadipaten Pakualaman.

“…Kalau uji materi MK dikabulkan, kemudian Sultan boleh perempuan maka keraton lainnya juga akan terdampak. Padahal masing-masing keraton itu memiliki paugeran atau adat istiadatnya masing-masing. Kalau uji materi disetujui, bisa berubah nanti paugeran yang sudah ratusan tahun digunakan oleh keraton…”, ungkap Prabukusumo, pada hari Sabtu (11/02/2017) lalu.

Prabukusumo juga mencontohkan uji materi bisa pula berdampak pada adat istiadat daerah lainnya. Seperti adat istiadat di Padang tentang garis matriliniar.

“…Jangan-jangan besok juga akan ada yang menguji materi adat istiadat di Padang. Maka dari itu, paugeran jangan diutak-atik. Karena ini berkaitan dengan adat istiadat atau kebiasaan…”, terang Prabukusumo.

Prabukusumo meminta kepada MK untuk menjadikan hal tersebut menjadi pertimbangan khusus sebelum menjatuhkan keputusan. Implikasi putusan MK, lanjut Prabukusomo akan berdampak luas.

“…Besok saat dimintai keterangan ahli, kami (putra-putri trah/ahli waris Sri Sultan HB IX) akan mengajukan beberapa saksi ahli lagi. Saksi-saksi ini akan kita datangkan para pakar dari Kasunanan Surakarta, Mangkunegaran dan Pakualaman yang memiliki paugeran sama dengan keraton Ngayogyakarta. Supaya MK bisa mengetahui bahwa paugeran-paugeran di masing-masing keraton dalam menentukan Sultan…”, papar Prabukusumo.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, uji materi tentang UU Keistimewaan DIY tersebut diajukan oleh 11 orang warga Yogyakarta yang merasa keberatan dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon Gubernur DIY. Mereka mempersoalkan frasa “istri” dalam Pasal 18 ayat (1) huruf m Undang-Undang 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UU KDIY).

Adapun bunyi pasal 18 ayat 1 huruf m UU KDIY yaitu “…calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur adalah warga negara Republik Indonesia yang harus memenuhi syarat : m. menyerahkan daftar riwayat hidup yang memuat, antara lain riwayat pendidikan, pekerjaan, saudara kandung, istri, dan anak…”.

(Oleh : Red.NRMnews.com / Fajar S -Editor : A.Dody.R)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s