Beranda

“…KPU Diminta Evaluasi Petugas TPS, Terkait Banyaknya Warga Tak Bisa Mencoblos…”


"...Gedung Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jln. Imam Bonjol, Jakarta..." Photo By : Red NRMnews.com

“…Gedung Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jln. Imam Bonjol, Jakarta…” Photo By : Red NRMnews.com

“…NRMnews.com – JAKARTA, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengevaluasi petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) lantaran masih banyak warga yang tidak dapat memberikan hak suaranya akibat kehabisan kertas suara.

“…Itu kewenangan dari KPU (evaluasi petugas TPS). Tapi akan kami sampaikan. Karena antara satu TPS dengan TPS lain itu beda, beda omongan, beda kebijakan. Kami akui memang simulasi KPU sudah terus menerus, tapi mereka ini orang-orang baru semua. Itu saja…”, kata Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/02/2017).

Tjahjo menegaskan, seluruh ‎mekanisme kontestasi Pilkada Serentak 2017 merupakan kewenangan KPU. Namun, politisi PDI Perjuangan itu menerangkan bahwa setiap warga harus diberikan kesempatan yang sama untuk memberikan hak suaranya.

“…‎Ini saya jelaskan panjang ya karena menyangkut mekanisme yang memjadi ketentuan KPU. Tetapi secara prinsip yang kami tangkap bahwa hak warga negara yang sah di semua kota itu harus diberi kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya…”, katanya.

Ia menambahkan, ‎adanya TPS yang kekurangan kertas suara akibat banyaknya warga yang tidak merekam ulang e-KTP sebagai peserta Pilkada Serentak 2017. Namun, pemerintah telah mengantisipasi dengan menambahkan 2,5% kertas suara dari jumlah DPT di setiap TPS sesuai sesuai aturan yang berlaku.

“…Tapi kan prosesnya macam-macam, apakah mereka terdaftar di DPT atau tidak. Kalau mereka tidak terdaftar di DPT, dia sudah merekam e-KTP atau tidak. Kalau dia belum terdaftar dan belum merekam, bisa menggunakan e-KTP tapi lupa membawa KK–nya (kartu keluarga) untuk membuktikan dia tinggal di mana. Banyak. Tapi akan kami catat. Yang prinsip adalah jangan sampai warga itu kehilangan hak politiknya…”, tandasnya.

Seperti diketahui, sekira seratus orang tidak dapat menggunakan hak pilih dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 di Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka tidak bisa memilih karena surat suara tambahan dinyatakan telah habis.

Warga yang tidak dapat memilih secara bersama-sama pergi ke TPS kedua yang terdekat. Namun, di tempat kedua pun surat suara juga habis.‎ Cengkareng merupakan kecamatan dengan DPT dan TPS paling banyak se-Jakarta. Terdapat 600 TPS dengan 342.381 DPT di enam kelurahan.

(Oleh : Red.NRMnews.com / Dwi Pravita – Editor : A.Dody.R)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s