Beranda

“…RS Siloam Cikarang, Edukasikan Teknik Pembedahan Masa Kini…”


“…dr. Loekwin Frederick menjelaskan teknologi stapler pada bedah wasir…”

“…NRMnews.com – CIKARANG, Operasi merupakan terminologi untuk menyebut suatu tindakan pembedahan yang dilakukan oleh para tenaga medis. Tindak pembedahan tentunya identik dengan rasa sakit sebelum dan sesudah operasi. Belum lagi efek samping yang mungkin saja terjadi di belakang hari nanti. Menyadari stigma dan ketakutan pasien terhadap tindakan operasi, Siloam Hospitals Lippo Cikarang mengedukasi masyarakat mengenai teknologi bedah terkini yang dimana pemulihan pasien berlangsung cepat dengan rasa sakit yang minimal.

Salah satunya penyakit yang membuat masyarakat enggan untuk operasi adalah wasir/ambeien. Wasir atau hemoroid sebenarnya adalah penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat, jumlahnya sekitar 4-20 persen dari populasi. Akan tetapi hanya sedikit orang yang secara terbuka menceritakan keluhannya karena alasan malu atau takut dioperasi.

Keengganan tersebut timbul karena dalam metode operasi hemoroid konvensional pasien akan merasakan kesakitan luar biasa setiap buang air besar pasca operasi hemoroid dan waktu pemulihan yang lama. Bahkan ada keluhan bahwa anusnya mengalami disfungsi pasca operasi. Karenanya, RS Siloam Lippo Cikarang mengembangkan operasi PPH (HCS : Haemorrhoid Circular Stapling) sebagai solusi operasi hemoroid konvensional.

“Dengan alat Stapler ini, haemmorhoid cushion dikembalikan ke posisi anatomis awal dan dilakukan perbaikan aliran darah secara mekanik dengan blokade sebagian besar pembuluh darah di sekitar tonjolan anus,” jelas spesialis bedah Siloam, dr Loekwin Frederick, SpB dalam media gathering, Kamis (28/9).

Keunggulan metode operasi menggunakan alat Stapler ialah minimnya rasa sakit pasca operasi dan pemulihan yang sangat cepat. Pasien dapat langsung beraktivitas kembali dan biaya tidak membengkak untuk rawat inap dan cek-up rutin,”Dengan keunggulan tersebut, biayanya sebenarnya lebih rendah daripada operasi konvensional,” jelas dr.Loekwin.

“…dr. Ryanto Sitepu bersama Tim Humas RS Siloam…”

Selain teknologi stapler untuk hemoroid, RS Siloam Cikarang juga mengenalkan teknologi bedah Laparoskopi atau prosedur penyayatan kecil (minimal invasive surgery). Teknologi bedah yang dikembangkan di dunia sejak tahun 1900-an ini dapat digunakan untuk operasi usus buntu, jantung, mengangkat kantong empedu, dan sebagainya.

Melalui teknik laparoskopi, sayatan luka operasi hanya berukuran kurang lebih 0,5 – 1 centimeter, hampir tidak terlihat. “Proses operasi bedah Laparoskopi menggunakan alat bantu laparoskop berupa tabung yang memiliki kamera dan lampu kecil diujungnya sebagai pengganti mata dokter. Dokter akan mengoperasi pasien dengan melihat monitor yang memperlihatkan kondisi rongga perut dan panggul pasien,” papar dr. Ryanto Sitepu, SpB-KDB, ahli bedah laparoskopi dari RS Siloam Cikarang.

Operasi bedah konvensional umumnya memerlukan irisan besar pada tubuh agar dapat mengakses organ dalam. Selain resiko pendarahan tinggi, proses pemulihan pasca operasi pun bisa memakan waktu berbulan-bulan. “Keuntungan paling utama dari bedah Laparoskopi adalah bekas operasi yang hampir tidak terlihat dan meminimalisir​ rasa nyeri pada pasien. Proses operasi pun berlangsung lebih cepat dengan proses pemulihan yang singkat pula. Hari ini operasi, besok atau lusa sudah dapat pulang dan beraktivitas, Anda dapat lebih produktif,” jelas dr.Ryanto.

Siloam Hospitals Lippo Cikarang selalu berupaya mengikuti perkembangan teknologi​ pengobatan yang semakin modern guna memberikan pelayanan kesehatan lebih maksimal kepada para pasien. Dengan didukung fasilitas yang lengkap, peralatan canggih, dan tim dokter multidisiplin untuk menangani berbagai kasus bedah, tim Siloam juga akan berdiskusi bersama untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan secara maksimal.

(Oleh : Red NRMnews.com / Dwi Pravita – Editor : A. Dody R.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s